Selektivitas menjadi kunci ketika pasar bergerak dinamis. Daftar saham minggu ini disusun sebagai watchlist untuk membantu pembaca menyaring peluang tanpa menganggap setiap skenario akan selalu berjalan sesuai harapan.
10 Saham Murah Potensial Minggu Ini
1. BMRI – Bank Mandiri (Persero) Tbk
- Harga: sekitar Rp4.180 pada sesi I 26 Agustus 2026.
- Kenapa dipilih: Valuasinya relatif murah untuk bank besar, dengan PER sekitar 6,4x berdasarkan data 24 Agustus serta munculnya akumulasi asing yang kuat.
- Berita/Katalis: BMRI mencatat foreign net buy sekitar Rp205,3 miliar pada sesi I 26 Agustus, terbesar dalam daftar net buy saat itu.
- Teknikal: Area Rp4.100–Rp4.200 menjadi zona yang layak dipantau untuk pembentukan support/rebound; konfirmasi tetap diperlukan setelah tekanan IHSG.
- Risiko: Pelemahan sektor perbankan dan IHSG dapat menunda rebound meskipun terdapat akumulasi asing.
- Kesimpulan: Menarik – Score 87/100.
2. ANTM – Aneka Tambang Tbk
- Harga: sekitar Rp3.220 pada sesi I 26 Agustus 2026.
- Kenapa dipilih: Kombinasi valuasi yang masih relatif rendah, momentum komoditas/logam dan foreign inflow membuat setup jangka pendek menarik.
- Berita/Katalis: ANTM mencatat foreign net buy sekitar Rp27,82 miliar pada sesi I 26 Agustus setelah sebelumnya juga mendapat perhatian aliran dana asing.
- Teknikal: Harga bertahan di sekitar Rp3.200 setelah bergerak dari Rp3.080 pada 6 Agustus dan Rp3.190 pada 24 Agustus, menunjukkan momentum yang relatif konstruktif.
- Risiko: Sensitif terhadap harga emas/nikel, rupiah dan perubahan sentimen komoditas global.
- Kesimpulan: Menarik – Score 85/100.
3. PGAS – Perusahaan Gas Negara Tbk
- Harga: sekitar Rp1.535 pada sesi I 26 Agustus 2026.
- Kenapa dipilih: PER sekitar 6x dan PBV di bawah 1x membuat valuasinya menarik, sementara harga masih cukup likuid untuk trading mingguan.
- Berita/Katalis: Kinerja 7M26 menunjukkan regasifikasi tumbuh 17,7% YoY, meski bisnis gas trading dan transmisi masih terbatas pertumbuhannya.
- Teknikal: Area Rp1.500 menjadi support psikologis penting, sedangkan pergerakan menuju Rp1.600 perlu ditembus untuk memperkuat momentum.
- Risiko: Penurunan harga energi dan lemahnya pertumbuhan bisnis inti dapat membatasi upside.
- Kesimpulan: Menarik – Score 83/100.
4. BBTN – Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
- Harga: Rp1.210 pada penutupan 24 Agustus 2026; data harga 26 Agustus yang dapat diverifikasi dari sumber riset yang digunakan tidak lengkap.
- Kenapa dipilih: PBV sekitar 0,45x dengan pertumbuhan laba 7M26 hampir 40% YoY memberi kombinasi valuasi dan fundamental yang menarik.
- Berita/Katalis: Laba konsolidasi 7M26 mencapai sekitar Rp2,5 triliun atau tumbuh 39,8% YoY, sementara kredit dan pembiayaan tumbuh 11,9%.
- Teknikal: Area Rp1.200 menjadi level psikologis yang penting dipertahankan untuk membuka peluang technical rebound.
- Risiko: NIM yang tertekan dan volatilitas laba bulanan menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
- Kesimpulan: Menarik – Score 82/100.
5. INKP – Indah Kiat Pulp & Paper Tbk
- Harga: sekitar Rp8.750 pada sesi I 26 Agustus 2026.
- Kenapa dipilih: PER sekitar 3,6x dan PBV sekitar 0,37x menempatkan INKP di antara saham LQ45 dengan valuasi paling rendah.
- Berita/Katalis: Terdapat foreign net buy sekitar Rp4,33 miliar pada sesi I 26 Agustus, memberi indikasi akumulasi terbatas.
- Teknikal: Harga relatif stabil dari Rp8.725 pada 24 Agustus menjadi sekitar Rp8.750, sehingga area Rp8.700 layak diamati sebagai support dekat.
- Risiko: Bisnis pulp dan kertas bersifat siklikal serta sensitif terhadap harga komoditas dan permintaan global.
- Kesimpulan: Menarik – Score 80/100.
6. NCKL – Trimegah Bangun Persada Tbk
- Harga: sekitar Rp960 pada sesi I 26 Agustus 2026.
- Kenapa dipilih: Valuasi sekitar 5,2x PER pada 24 Agustus relatif rendah dan harga menunjukkan ketahanan di sekitar Rp950–Rp960.
- Berita/Katalis: Foreign net buy sekitar Rp4,13 miliar terlihat pada sesi I 26 Agustus.
- Teknikal: Konsolidasi sekitar Rp950 menjadi basis potensial, dengan peluang membaik apabila harga mampu keluar dari area konsolidasi tersebut.
- Risiko: Perubahan harga nikel dan kebijakan industri mineral dapat memicu volatilitas tinggi.
- Kesimpulan: Cukup Menarik – Score 78/100.
7. INDF – Indofood Sukses Makmur Tbk
- Harga: Rp7.375 pada penutupan 24 Agustus 2026; harga penutupan 26 Agustus belum berhasil diverifikasi secara konsisten dari sumber yang digunakan.
- Kenapa dipilih: PER sekitar 6,85x dan PBV 0,84x menawarkan valuasi rendah dengan karakter bisnis consumer staples yang relatif defensif.
- Berita/Katalis: Sifat defensif bisnis konsumsi dapat menjadi penyeimbang ketika volatilitas IHSG meningkat.
- Teknikal: Area Rp7.300–Rp7.400 menjadi zona konsolidasi yang perlu dipertahankan sebelum peluang rebound menjadi lebih kuat.
- Risiko: Pelemahan konsumsi, biaya bahan baku dan pergerakan rupiah dapat menekan margin.
- Kesimpulan: Cukup Menarik – Score 77/100.
8. BBNI – Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
- Harga: sekitar Rp3.690 pada sesi I 26 Agustus 2026.
- Kenapa dipilih: Valuasi sekitar 6,4x PER dan 0,84x PBV tergolong murah dibanding karakteristik bank besar.
- Berita/Katalis: Harga mampu menguat tipis pada sesi I meskipun sektor finansial berada dalam tekanan.
- Teknikal: Area Rp3.600–Rp3.700 menjadi zona penting; rebound lebih meyakinkan apabila tekanan jual asing mulai mereda.
- Risiko: Foreign net sell sekitar Rp14,69 miliar pada sesi I 26 Agustus menjadi penghambat momentum jangka pendek.
- Kesimpulan: Cukup Menarik – Score 75/100.
9. JPFA – Japfa Comfeed Indonesia Tbk
- Harga: sekitar Rp2.160 pada sesi I 26 Agustus 2026.
- Kenapa dipilih: Valuasi sekitar 5,2x PER pada 24 Agustus masih murah, tetapi koreksi terbaru membuat entry perlu lebih selektif.
- Berita/Katalis: Sektor poultry masih menjadi salah satu sektor yang dipantau riset sekuritas pada pekan ini.
- Teknikal: Koreksi dari Rp2.210 menjadi sekitar Rp2.160 membuat area Rp2.100–Rp2.150 penting sebagai zona pertahanan jangka pendek.
- Risiko: Foreign net sell sekitar Rp11,29 miliar pada sesi I dan tekanan harga terbaru menunjukkan momentum belum sepenuhnya pulih.
- Kesimpulan: Cukup Menarik – Score 73/100.
10. ASII – Astra International Tbk
- Harga: sekitar Rp4.760 pada sesi I 26 Agustus 2026.
- Kenapa dipilih: ASII masuk kelompok saham LQ45 yang sebelumnya teridentifikasi memiliki valuasi relatif murah, dengan diversifikasi bisnis membantu profil risiko moderat.
- Berita/Katalis: Valuasi menjadi daya tarik utama sementara pasar menunggu katalis fundamental yang lebih kuat.
- Teknikal: Area Rp4.700–Rp4.750 layak dipantau sebagai support dekat setelah harga melemah ke sekitar Rp4.760.
- Risiko: Foreign net sell sekitar Rp10,58 miliar pada sesi I serta tekanan pada sektor otomotif dapat menahan kenaikan.
- Kesimpulan: Cukup Menarik – Score 71/100.
Tips minggu ini: Katalis positif tidak menjamin harga naik. Perhatikan apakah ekspektasi pasar sudah tercermin dalam harga sebelum berita muncul.
Artikel Saham Terbaru
7 Saham Breakout BEI Minggu Ini: Analisa dan Prediksi Probabilistik 26 Agustus – 2 September 2026
Saham Breakout Pilihan Pekan Ini Saham breakout menarik karena harga berusaha keluar dari area konsolidasi atau resistance yang sebelumnya menahan kenaikan. Namun, breakout bukan…
Baca selengkapnya →7 Saham Fundamental Bagus di BEI Minggu Ini: Analisa dan Prediksi Probabilistik 26 Agustus–2 September 2026
Saham Fundamental Pilihan Pekan Ini Saham dengan fundamental bagus tidak otomatis menjadi saham yang menarik untuk dibeli pada setiap harga. Untuk horizon pendek sekitar…
Baca selengkapnya →7 Saham Dividen BEI Menarik Minggu Ini: Analisa dan Prediksi Probabilistik 26 Agustus – 2 September 2026
Saham Dividen Pilihan Pekan Ini Analisa ini menyaring saham Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan karakter pembagi dividen, likuiditas memadai, fundamental relatif kuat, serta setup…
Baca selengkapnya →Rekomendasi Saham IDX30 Minggu Ke-3 Agustus 2026
7 Saham IDX30 yang Menarik Dipantau Pekan Ini Memasuki minggu ketiga Agustus 2026, investor yang mencari saham likuid di Bursa Efek Indonesia dapat mencermati…
Baca selengkapnya →7 Saham LQ45 Non-Bank yang Menarik Dipantau Pekan Ini
Pilihan Saham LQ45 Non-Bank Pekan Ini Saham LQ45 tidak hanya berisi bank-bank besar. Di dalamnya terdapat emiten telekomunikasi, pertambangan, energi, consumer goods, otomotif, teknologi…
Baca selengkapnya →7 Saham di Bawah Rp1.000 yang Menarik Dipantau Pekan Ini
Saham Murah Menarik Pekan Ini Saham berharga di bawah Rp1.000 per lembar tidak otomatis berarti murah secara valuasi. Untuk periode sekitar 19–26 Agustus 2026,…
Baca selengkapnya →Lihat Rekomendasi Saham Lainnya Disini →
Top 5 Saham Paling Konsisten di BEI
Ranking ini menggunakan sampel publik yang berhasil diverifikasi hingga 26 Agustus 2026, mencakup rekomendasi lintas broker/sekuritas, foreign flow, fundamental, valuasi, momentum, dividen, likuiditas, serta kategori screening lain pada rentang 1 bulan, 3 bulan, dan sekitar 1 tahun terakhir.
Karena tidak tersedia basis data publik tunggal yang menghitung seluruh kemunculan Top 10 setiap hari selama 365 hari, rating merupakan estimasi konsistensi berdasarkan sampel sumber independen yang berhasil diverifikasi.
| Rank | Saham | 1 Bulan | 3 Bulan | 1 Tahun | Karakter |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | BBCA | ⭐⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐⭐ | Paling all-round |
| 2 | BBRI | ⭐⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐⭐ | All-round + foreign flow |
| 3 | BMRI | ⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐⭐ | Fundamental + valuasi |
| 4 | BBNI | ⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐⭐ | Valuasi + growth bank |
| 5 | ANTM | ⭐⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐ | Komoditas + momentum |
Dalam 1 bulan terakhir, perubahan paling menonjol terlihat pada BBRI, BBCA dan ANTM. Sepanjang 3–21 Agustus 2026, BBRI mencatat akumulasi asing sekitar Rp1,61 triliun, BBCA sekitar Rp771 miliar, ANTM sekitar Rp529,3 miliar, sedangkan BBNI sekitar Rp231 miliar. Khusus pekan 18–21 Agustus, BBRI kembali menjadi salah satu foreign net buy terbesar sebesar Rp745,3 miliar, diikuti BBCA Rp409,1 miliar dan ANTM Rp251,2 miliar. 0 Pada perdagangan sesi I 26 Agustus 2026, arus asing bergeser ke BMRI sebesar sekitar Rp205,3 miliar, BBCA Rp63,65 miliar dan ANTM Rp27,82 miliar; sementara BBRI mengalami net sell sekitar Rp36,22 miliar pada sesi tersebut. 1
Untuk periode 3 bulan hingga 1 tahun, empat big banks terlihat jauh lebih stabil daripada saham yang hanya mengandalkan satu tema. Pada 10 Juni 2026, BBNI muncul dalam rekomendasi beberapa broker sekaligus, BBCA dipilih CGS International, BBRI oleh Phintraco, sementara BMRI masuk pilihan BRI Danareksa. 2 Pada 14 Juli, CGS International memasukkan BBCA, BMRI, BBNI dan BBRI sekaligus, sedangkan Phintraco kembali memilih BBNI, BBCA dan BMRI. 3 Pola tersebut juga terlihat lebih jauh ke belakang: Oktober 2025, BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI kembali berada dalam daftar saham bank yang dinilai menarik untuk trading/investasi, dan pada November 2025 kelompok big banks kembali menjadi fokus karena valuasi relatif menarik. 4
Dari hasil screening tersebut, terdapat lima saham inti yang paling layak diperhatikan karena konsisten lintas kondisi dan lintas periode:
BBCA → BBRI → BMRI → BBNI → ANTM
Empat saham pertama membentuk kelompok all-rounder perbankan: likuid, berkapitalisasi besar, sering muncul dalam riset fundamental maupun teknikal, punya basis investor institusi kuat, serta berulang kali kembali menjadi kandidat ketika valuasi atau foreign flow berubah menarik. BBCA paling seimbang dari sisi kualitas dan konsistensi, BBRI menonjol karena reversal foreign flow pada Agustus, BMRI kuat pada kombinasi earnings dan valuasi, sementara BBNI berulang kali muncul dalam rekomendasi multi-broker. ANTM menjadi diversifikator di luar bank karena berulang kali lolos kategori komoditas, emas/nikel, momentum, foreign flow, dividen dan growth; pada 26 Agustus saham ini juga kembali masuk rekomendasi teknikal dengan struktur kenaikan yang masih dipantau. 5
Rating 1 tahun di atas adalah indikasi konsistensi berdasarkan sampel riset dan sumber terverifikasi, bukan klaim bahwa seluruh rekomendasi harian BEI selama 365 hari telah dihitung satu per satu. Karena itu, perbedaan satu tingkat bintang, terutama antara posisi 4 – 6 sebaiknya dibaca sebagai perbedaan relatif, bukan angka frekuensi absolut.
Minggu perdagangan dapat menghadirkan peluang sekaligus volatilitas. Tetap disiplin pada rencana dan hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga sesaat.