rekomendasi saham minggu ini

Saham Pilihan Minggu Ini

Selektivitas menjadi kunci ketika pasar bergerak dinamis. Daftar saham minggu ini disusun sebagai watchlist untuk membantu pembaca menyaring peluang tanpa menganggap setiap skenario akan selalu berjalan sesuai harapan.

Saham Non-Bank Pilihan Minggu Pertama September 2026

Screening berbobot teknikal, volume/flow, katalis, fundamental, dan sentimen menempatkan tujuh saham non-bank berikut sebagai kandidat dengan kombinasi peluang dan risiko relatif menarik untuk profil moderat; harga menggunakan penutupan BEI 31 Agustus 2026.

1. TLKM – Telkom Indonesia (Persero) Tbk

  • Harga: Rp2.600, penutupan 31 Agustus 2026; volume 204,59 juta saham. 0
  • Kenapa dipilih: Opportunity Score sekitar 84/100; rebound disertai lonjakan volume membuat TLKM menjadi salah satu setup risk/reward paling seimbang.
  • Berita/Katalis: Semester I 2026 pendapatan naik 3,9%, EBITDA 3,8%, laba bersih normalisasi 6,2%, dan arus kas operasi 7,0% YoY. 1
  • Teknikal: Rebound ke Rp2.600 dengan support Rp2.550–2.570 dan resistance awal sekitar Rp2.640; penguatan volume mendukung peluang breakout.
  • Risiko: Gagal mempertahankan Rp2.550 dapat membatalkan skenario rebound jangka pendek.
  • Kesimpulan: Menarik.

2. TINS – PT TIMAH Tbk

  • Harga: Rp4.040, penutupan 31 Agustus 2026; volume 24,34 juta saham. 2
  • Kenapa dipilih: Opportunity Score sekitar 82/100; tren menengah masih kuat dan harga sedang berkonsolidasi setelah kenaikan dengan likuiditas tinggi.
  • Berita/Katalis: Laba bersih Semester I 2026 telah melampaui target setahun dan rata-rata harga timah LME naik 56,68% YoY. 3
  • Teknikal: Area Rp3.940–3.980 menjadi support penting, sedangkan breakout Rp4.120–4.220 dapat membuka kelanjutan momentum.
  • Risiko: Sudah mengalami kenaikan besar sehingga profit taking dan perubahan harga timah menjadi risiko utama.
  • Kesimpulan: Menarik.

3. PGAS – Perusahaan Gas Negara Tbk

  • Harga: Rp1.530, penutupan 31 Agustus 2026; volume 37,89 juta saham. 4
  • Kenapa dipilih: Opportunity Score sekitar 79/100; struktur harga relatif stabil dengan tren naik bertahap dari area Rp1.470 dan volatilitas lebih terkendali.
  • Berita/Katalis: Sentimen energi tetap suportif di tengah tingginya harga minyak dan gas global, meski dampaknya terhadap PGAS tidak selalu linear. 5
  • Teknikal: Support Rp1.500–1.510 dengan resistance Rp1.550–1.560; penembusan Rp1.560 akan memperkuat sinyal kelanjutan tren.
  • Risiko: Breakdown Rp1.500 serta perubahan harga energi atau kebijakan gas domestik dapat melemahkan setup.
  • Kesimpulan: Menarik.

4. UNTR – United Tractors Tbk

  • Harga: Rp24.200, penutupan 31 Agustus 2026; volume 11,78 juta saham. 6
  • Kenapa dipilih: Opportunity Score sekitar 77/100; harga pulih dari area Rp23.000-an dan volume 31 Agustus melonjak jauh dibanding beberapa sesi sebelumnya.
  • Berita/Katalis: Astra mengumumkan buyback baru hingga Rp2 triliun untuk UNTR, meskipun pendapatan Semester I UNTR turun 15% dan laba normalisasi turun 48% YoY. 7 8
  • Teknikal: Support sekitar Rp23.700–24.000 dan resistance Rp24.475–24.900; breakout area tersebut akan memperbaiki struktur tren.
  • Risiko: Pelemahan fundamental pertambangan dan batu bara membuat kenaikan harga tetap rentan gagal.
  • Kesimpulan: Cukup Menarik.

5. ANTM – Aneka Tambang Tbk

  • Harga: Rp3.100, penutupan 31 Agustus 2026; volume 88,60 juta saham. 9
  • Kenapa dipilih: Opportunity Score sekitar 76/100; likuiditas sangat tinggi dan area Rp3.000–3.100 berpotensi menjadi zona penentuan rebound setelah koreksi.
  • Berita/Katalis: Eksposur emas dan nikel tetap menjadi katalis komoditas utama ANTM, sementara data pasar menunjukkan dividend yield sekitar 6,65%. 10
  • Teknikal: Support Rp3.000–3.090 dan resistance Rp3.180–3.200; kembali menembus Rp3.200 akan meningkatkan probabilitas pemulihan momentum.
  • Risiko: Breakdown Rp3.000 atau koreksi harga emas/nikel dapat memperpanjang tekanan jual.
  • Kesimpulan: Cukup Menarik.

6. INCO – Vale Indonesia Tbk

  • Harga: Rp5.250, penutupan 31 Agustus 2026; volume 4,99 juta saham. 11
  • Kenapa dipilih: Opportunity Score sekitar 74/100; harga berkonsolidasi setelah rebound dari bawah Rp5.000 dengan support beberapa kali bertahan di sekitar Rp5.150.
  • Berita/Katalis: Vale telah merilis hasil kinerja Q2 serta laporan keuangan per 30 Juni 2026, sementara ekspansi bisnis nikel Indonesia tetap menjadi tema fundamental utama. 12
  • Teknikal: Support Rp5.150–5.200 dan resistance Rp5.300–5.350; breakout Rp5.350 diperlukan untuk mengonfirmasi momentum baru.
  • Risiko: Harga nikel global dan kegagalan menembus Rp5.350 dapat membuat saham kembali sideways.
  • Kesimpulan: Cukup Menarik.

7. ASII – Astra International Tbk

  • Harga: Rp4.800, penutupan 31 Agustus 2026; volume 79,69 juta saham. 13
  • Kenapa dipilih: Opportunity Score sekitar 72/100; valuasi sekitar 6,5× PER dan peningkatan volume memberi peluang technical rebound, tetapi sinyal teknikal keseluruhan masih lemah. 14
  • Berita/Katalis: Astra mengumumkan buyback baru hingga Rp8 triliun; Semester I 2026 laba otomotif naik 9% dan jasa keuangan 6%, meski laba bersih grup tertekan bisnis pertambangan. 15
  • Teknikal: Konsolidasi sekitar Rp4.740–4.860; breakout Rp4.860 menjadi konfirmasi awal rebound, sementara tren lebih besar belum sepenuhnya pulih.
  • Risiko: Sinyal teknikal harian masih lemah dan breakdown Rp4.740 dapat membuka pengujian support lebih rendah.
  • Kesimpulan: Cukup Menarik.

Tips minggu ini: Jangan hanya melihat target harga. Bandingkan juga jarak menuju stop loss sehingga risk/reward dapat dinilai sebelum mengambil posisi.

Artikel Saham Terbaru

Lihat Rekomendasi Saham Lainnya Disini →

Memproses selama 38s

Top 10 Saham Paling Konsisten di BEI

Ranking ini disusun dari sampel publik yang berhasil diverifikasi untuk periode Juni – Agustus 2026, mencakup rekomendasi lintas broker/sekuritas, foreign flow, fundamental, valuasi, teknikal, momentum, komoditas, earnings, dan screening sektoral; penilaian lebih tinggi diberikan kepada saham yang berulang kali muncul pada kategori dan periode yang berbeda, bukan sekadar saham yang sedang naik tajam.

Rank Saham 1 Bulan 3 Bulan 1 Tahun Karakter
1 BBCA ⭐⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐⭐ Paling all-round
2 BMRI ⭐⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐⭐ All-round + foreign flow
3 ANTM ⭐⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐ Emas/nikel + momentum
4 BBRI ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐⭐ Value bank + likuiditas
5 TLKM ⭐⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐ Defensif + valuasi
6 ASII ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐⭐ Fundamental + valuasi
7 BBNI ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐ Growth bank + valuasi
8 TINS ⭐⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐ Timah + momentum
9 ICBP ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐ Defensif + fundamental
10 INCO ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐ Nikel + komoditas

Dalam 1 bulan terakhir sampai 31 Agustus 2026, perubahan paling menarik terlihat pada kombinasi big banks dan saham logam. Kiwoom mencatat untuk pekan 24–28 Agustus foreign inflow sekitar Rp580 miliar pada BMRI, Rp386,5 miliar pada BBCA, Rp82,1 miliar pada TINS, dan Rp68,7 miliar pada ICBP; sementara pasar reguler secara keseluruhan masih mencatat net sell sekitar Rp1,31 triliun.

TINS juga sebelumnya menerima foreign inflow Rp385,5 miliar pada 3-7 Agustus, sementara ANTM Rp215,7 miliar dan BBCA Rp140,2 miliar.

BBRI lebih fluktuatif: menjadi tujuan inflow besar pada beberapa pekan Agustus, kemudian mengalami net sell pada 24-28 Agustus, tetapi kembali menjadi foreign net buy terbesar pada sesi pertama 31 Agustus sekitar Rp164 miliar.

Untuk horizon 3 bulan, konsistensi paling kuat justru terlihat pada BBCA, BMRI, BBRI, BBNI, TLKM, dan ANTM. Pada 10 Juni, sampel rekomendasi beberapa broker sudah memuat BBCA, BBNI, TLKM, TINS, BBRI dan INCO; sehari kemudian BBCA, TLKM, BMRI, BBRI, BBNI, TINS dan PGAS kembali tersebar dalam rekomendasi broker berbeda.

Pada 14 Juli, CGS memasukkan BBCA, BMRI, BBNI dan BBRI sekaligus, sedangkan Phintraco memasukkan BBNI, BBCA, BMRI, TLKM dan ASII. Tren tersebut berlanjut pada Agustus: Kiwoom menempatkan BBCA, BBRI, BMRI, ANTM dan INCO sebagai saham utama sesuai sektornya, sementara UOB Kay Hian memasukkan ASII, BBCA dan BMRI dalam Alpha Picks Agustus.

Dari sisi fundamental, MNC Sekuritas pada 1 Juli tetap overweight big banks dan memilih BBCA serta BMRI sebagai top picks, sedangkan BRI Danareksa pada Juni masih mempertahankan Buy BBCA.

Dari hasil screening tersebut, terdapat beberapa saham inti yang layak diperhatikan karena paling konsisten lintas kondisi:

BBCA → BMRI → ANTM → BBRI → TLKM → ASII

Kelompok inti tersebut mempunyai karakter yang berbeda sehingga tidak bergantung pada satu tema pasar saja. BBCA dan BMRI paling lengkap dari sisi fundamental, likuiditas, valuasi dan kemunculan lintas riset; BBCA bahkan masih dinilai Buy oleh Samuel pada 7 Agustus dengan ROE sekitar 19,7% dan valuasi 2,5× 2026F P/BV, sementara BRI Danareksa juga mempertahankan Buy BBCA dan BMRI pada pertengahan Agustus.

ANTM menjadi exposure komoditas yang paling konsisten karena muncul pada rekomendasi teknikal, foreign-flow dan outlook logam; TLKM menjadi penyeimbang defensif dan pada Agustus memperoleh 17 rekomendasi beli dari 17 sekuritas berbeda menurut data IPOT.

ASII lebih kuat dari sisi konsistensi jangka panjang dan valuasi daripada momentum murni, sedangkan TINS merupakan contoh saham yang rankingnya naik tajam belakangan karena momentum timah, earnings dan foreign inflow, sehingga konsistensi 1 tahunnya saya nilai di bawah BBCA, BMRI, BBRI atau ASII. UOB juga telah memasukkan ASII, BBCA, BMRI dan TLKM dalam top picks akhir Juni 2026.

Rating 1 tahun adalah indikasi konsistensi berdasarkan sampel riset, rekomendasi broker dan sumber publik terverifikasi, bukan hitungan absolut seluruh rekomendasi harian selama 365 hari. Sebagai cross-check periode lebih panjang, sampel 2025 s/d awal 2026 menunjukkan BBCA, BMRI, BBRI, ANTM dan ASII berulang dalam rekomendasi teknikal/broker, sementara top picks JP Morgan untuk 2026 juga mencakup BBCA, ANTM, ICBP dan ASII; karena arsip publik tidak menyediakan satu database terstandardisasi yang mencatat seluruh rekomendasi seluruh broker setiap hari, jumlah kemunculan absolut sengaja tidak diarang.

Minggu perdagangan dapat menghadirkan peluang sekaligus volatilitas. Tetap disiplin pada rencana dan hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga sesaat.