ADRO vs BBCA: Mana Lebih Berpotensi Cuan? – Perbandingan Berita & Analisis

Isu “Potensi cuan saham ADRO atau BBCA?” kembali hangat dibahas investor Indonesia. ADRO (pertambangan/energi) dan BBCA (perbankan/blue-chip) mewakili dua kelas aset berbeda. [YOUTUBE] Komoditas yang sensitif harga global vs saham perbankan yang bergantung pada likuiditas, suku bunga, dan arus modal asing. Artikel ini membandingkan dua berita/isu terbaru terkait keduanya untuk membantu investor menilai peluang dan risiko. Baca Berita Lengkap-nya? Klik Disini → Gambaran Masing-masing Berita ADRO: Aksi Harga & Sentimen Komoditas Mengangkat ADRO Beberapa laporan berita mencatat penguatan harga saham ADRO dalam beberapa sesi awal November 2025, didorong oleh sentimen positif harga batu bara global dan aktivitas pembelian yang meningkat. Liputan menunjukkan ADRO menutup sesi dengan penguatan dan peningkatan frekuensi perdagangan serta kapitalisasi pasar yang menarik perhatian trader. Investor dan analis menyebut ADRO berpeluang rebound pada level-level support/res…
Read more
  • 0

Publik Ramai Bahas Saham GOTO dan COIN: Efek Viral di Media Sosial

Dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan harga saham GOTO dan COIN di bursa Indonesia menjadi pusat perhatian publik, terutama karena lonjakan, transaksi besar, dan sorotan di media sosial. [YOUTUBE] Publik ramai membicarakan fenomena “saham melejit mendadak” ini karena bukan hanya soal angka, tetapi juga cerita hype, tren media sosial, dan ketakutan FOMO. Cari Berita Lengkap-nya? Klik Disini → Analisis berikut mengangkat berita utama dan bagaimana reaksi publik membentuk narasi seputar GOTO dan COIN. Fakta Utama Berita Saham GOTO (GOTO) mencatat kenaikan heroik, salah satu liputan menyebut bahwa GOTO melonjak hingga +7,14% dalam satu hari menjadi sekitar Rp60/saham dan menjadi kontributor besar terhadap indeks IHSG. Selain itu saham COIN juga menjadi sorotan karena transaksi-nya sangat aktif, termasuk volume besar, dan disebut sebagai salah satu saham “teraktif” berdasarkan frekuensi dan nilai transaksi. Artikel riset mencatat bahwa investor asing memburu bebe…
Read more
  • 0

BREN & BRMS Masuk MSCI vs ICBP & KLBF Tersingkir — Dampak & Perbandingan Rebalancing November 2025

Pengumuman hasil rebalancing MSCI periode November 2025 yang menyebut BREN dan BRMS masuk sementara ICBP dan KLBF tersingkir menjadi sorotan pelaku pasar saham Indonesia. [YOUTUBE] Dua berita ini saling berkaitan karena menunjukkan pergeseran sektor dan preferensi kapitalisasi pasar dalam indeks global, mendorong aliran modal, memengaruhi likuiditas, dan mengubah sentimen terhadap saham-saham yang terlibat. Artikel ini coba membandingkan kedua berita tersebut untuk memahami implikasi pasar dan strategi investor dibawah ini. Baca Berita Lengkap-nya? Klik Disini → BREN dan BRMS Masuk MSCI MSCI merilis daftar final rebalancing November 2025 yang memasukkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) ke dalam MSCI Indonesia Global Standard Indexes, dengan efek berlaku pada penutupan perdagangan 24 November 2025 dan penerapan resmi mulai 25 November 2025. Masuknya dua emiten ini dikaitkan dengan kenaikan kapitalisasi dan kriteria v…
Read more
  • 0

Saham Big Banks Diburu Asing: Mengapa BBCA Jadi Primadona di Tengah Valuasi Undervalued?

BBCA Jadi Primadona Dalam beberapa pekan terakhir, pasar modal Indonesia diramaikan oleh fenomena menarik: saham-saham big banks kembali menjadi incaran investor asing, dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas. [YOUTUBE] Tren ini muncul di tengah kondisi makroekonomi yang relatif stabil dan valuasi saham perbankan yang dinilai menarik. Mengapa BBCA menjadi magnet utama bagi investor global? Mari kita bedah tren ini. Cari Berita Lengkap-nya? Klik Disini → Data & Fakta Tren Akumulasi Asing di BBCA Investor asing konsisten melakukan pembelian bersih (net buy) saham BBCA sejak pertengahan Oktober 2025. Total akumulasi mencapai Rp 4,6 triliun dalam dua pekan, jauh melampaui big banks lain seperti BBRI (Rp 136,8 miliar) dan BMRI (Rp 59,86 miliar). Harga Saham Naik 17,6% BBCA rebound dari Rp 7.250 (16 Oktober) ke Rp 8.525 (31 Oktober). Valuasi Undervalued PBV BBCA saat ini di bawah 4x, padahal historisnya di atas 4x. PER juga turun dar…
Read more
  • 0