Saham Growth dan Saham Murah Yang Favorit

Pergerakan pasar saham Indonesia pada pekan 20–26 April 2026 diperkirakan masih konsolidatif dengan kecenderungan menguat terbatas, seiring kondisi global yang belum stabil. IHSG masih berada dalam fase sideways, dengan peluang rebound teknikal namun tetap dibayangi volatilitas tinggi akibat sentimen geopolitik dan inflasi energi .

Daftar Saham Murah & Growth

Selain itu, arus dana asing masih cenderung keluar dan nilai tukar rupiah yang melemah menjadi faktor tekanan tambahan bagi pasar . Dari sisi global, ketidakpastian juga meningkat setelah review pasar Indonesia oleh MSCI diperpanjang hingga Juni 2026 .

Di tengah kondisi tersebut, berikut 10 saham growth dan saham murah yang berpotensi cuan minggu ini:

  1. BBNI (Bank Negara Indonesia)

    Saham perbankan besar dengan fundamental kuat dan kerap menjadi target akumulasi asing saat market rebound.

  2. EXCL (XL Axiata)

    Sektor telekomunikasi masih defensif, didukung pertumbuhan data digital dan efisiensi operasional.

  3. HRTA (Hartadinata Abadi)

    Saham emas yang diuntungkan dari kenaikan harga emas global akibat ketidakpastian ekonomi.

  4. TINS (Timah)

    Komoditas timah kembali menarik seiring permintaan global yang mulai stabil.

  5. ENRG (Energi Mega Persada)

    Saham energi dengan momentum dari harga minyak yang fluktuatif namun cenderung tinggi.

  6. MBMA (Merdeka Battery Materials)

    Saham nikel dan baterai EV dengan potensi growth jangka panjang.

  7. NICL (PAM Mineral)

    Saham nikel berkapitalisasi kecil yang menarik untuk trading jangka pendek.

  8. BRMS (Bumi Resources Minerals)

    Didukung prospek emas dan proyek tambang yang terus berkembang.

  9. AADI (Adaro Andalan Indonesia)

    Sektor energi tetap menarik di tengah ketidakpastian global.

  10. CDIA (Chandra Daya Investasi)

    Saham mid-cap yang mulai menunjukkan kenaikan volume dan minat pasar .

Kesimpulan & Strategi

Minggu ini, strategi terbaik adalah trading cepat (swing trading) dengan fokus pada saham yang memiliki katalis sektor seperti energi, komoditas, dan perbankan. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran terbatas sambil menunggu sentimen baru, sehingga manajemen risiko menjadi kunci utama.

Investor disarankan tetap selektif, menghindari overtrading, serta memanfaatkan momentum teknikal jangka pendek di tengah pasar yang masih volatil.