Harga Bitcoin baru-baru ini mengalami kejatuhan yang cukup signifikan. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah platform dan analis mencatat bahwa salah satu pemicunya adalah posisi long yang terlalu banyak terbuka (over-long) di pasar derivatif.

Ketidakseimbangan ini kemudian memicu likuidasi paksa atau long squeeze, yang mempercepat penurunan.

Cari berita lengkap-nya? Klik disini

Apa yang Terjadi?

Menurut perhitungan dari platform analitik, terdapat sekitar 71.000 BTC yang ditempatkan sebagai posisi long dibandingkan sekitar 27.900 BTC posisi short.

Saat harga mulai turun, posisi-posisi long tersebut dipaksa tertutup (likuidasi), yang berarti banyak trader yang “kehilangan” posisi mereka dan menyebabkan tekanan jual tambahan.

Tekanan tidak hanya datang dari internal kripto saja, ada faktor makro seperti arus keluar dari ETF Bitcoin, sentimen suku bunga AS, dan kekhawatiran global yang semakin memperparah kondisi pasar.

Beberapa laporan bahkan menyoroti bahwa apapun fundamentalnya, leverage tinggi dan ekspektasi bullish yang terlalu optimistis menjadi “bom waktu” di pasar.

Dampak untuk Investor

  1. Karena likuidasi massal, investor dengan posisi long berleverage tinggi menghadapi kerugian besar. Pasar yang “rapuh” menjadi mudah terseret ke bawah.
  2. Altcoin (koin selain Bitcoin) juga ikut terdampak dimana ketika Bitcoin kehilangan pijakan, banyak investor melepas altcoin yang dianggap lebih berisiko.
  3. Support teknikal penting untuk Bitcoin mulai diuji. Misalnya, level US$ 81.250 disebut sebagai garis kritis yang jika gagal dijaga bisa menandakan tren bearish jangka menengah.

Bagi investor individu ini adalah pengingat bahwa pasar kripto sangat volatil, termasuk potensi untuk “flash crash” ketika eksposur berlebih tidak disadari.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  1. Evaluasi ulang apakah Anda menggunakan leverage tinggi atau masuk posisinya terlalu besar dibanding modal. Jika ya, risiko likuidasi akan sangat tinggi.
  2. Pertimbangkan untuk menjaga portofolio dalam “uang dingin” (modal yang tidak akan mengganggu kehidupan sehari-hari jika hilang).
  3. Pantau level teknikal/kunci serta indikator seperti open interest dan funding rate (yang memberi petunjuk seberapa berat posisi long/short di pasar).
  4. Jangan ikut “herd” secara membabi buta karena rumor bullish saja—posisi long yang terlalu optimistis sering berakhir dengan jebakan.

Jadikan penurunan ini sebagai peluang untuk belajar dimana bukan hanya “harga turun = beli semua”, tetapi pahami kenapa turun dan bagaimana skenario recovery bisa muncul.

Kesimpulan

Penurunan drastis Bitcoin kali ini bukan hanya soal “market turun” secara umum, tetapi sangat dipicu oleh posisi long yang terlalu banyak terbuka ditambah leverage tinggi, sehingga ketika datang trigger (sentimen makro, arus keluar besar, likuidasi), efeknya jauh lebih besar.

Untuk Anda yang berinvestasi atau trading: pahami risiko, gunakan strategi yang disiplin, dan jangan lupa bahwa pasar kripto berbeda karakter dengan pasar saham atau aset tradisional.

Leave a Reply