Islam Ala Prabowo
Buku berjudul “Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam” kembali menjadi perhatian publik pada September 2026. Bagi yang baru mendengar judulnya, buku tersebut bukan buku yang ditulis oleh Presiden Prabowo Subianto dan, berdasarkan deskripsi yang tersedia, bukan pula buku yang menawarkan ajaran atau mazhab Islam baru.
Buku ini pada dasarnya berusaha membaca perjalanan hidup, karakter, spiritualitas, serta kepemimpinan Prabowo melalui perspektif nilai-nilai Islam. Daftar penulis yang tercantum dalam katalog Gramedia adalah Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas. Katalog tersebut mencatat cetakan pertama terbit pada April 2025.
Buku itu kemudian diluncurkan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta pada 26 Agustus 2025. Keterangan BAZNAS menyebut penerbitan buku tersebut diinisiasi oleh Ketua MPR Ahmad Muzani bersama Ketua MUI KH Anwar Iskandar.
Sebenarnya “Islam Ala Prabowo” membahas apa?
Deskripsi buku yang ditampilkan Gramedia menyebut karya tersebut mencoba menarasikan sejarah, riwayat, dan kiprah Prabowo dari sudut pandang yang belum banyak diperbincangkan, yakni hubungan antara perjalanan kepemimpinannya dan nilai-nilai keagamaan.
Buku tersebut diarahkan untuk menggali nilai, paradigma, perjalanan hidup, hingga pengaruh moral Islam yang oleh penyusunnya dipandang tercermin dalam perilaku politik dan kepemimpinan Prabowo.
Karena itu, istilah “Islam ala Prabowo” tidak berarti Islam versi atau mazhab baru yang dibuat Prabowo. Berdasarkan uraian buku yang tersedia, judul tersebut digunakan untuk membahas bagaimana para penyusun dan kontributor memandang pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan dan kepemimpinan Prabowo.
Materi yang muncul dalam buku antara lain berkaitan dengan keadilan, kepedulian terhadap rakyat, kesejahteraan, perdamaian, diplomasi, spiritualitas, ekonomi, serta kepemimpinan.
Daftar isi yang beredar menunjukkan buku dibagi ke dalam sejumlah tema. Bagian awal, misalnya, membahas Islam dalam konteks perdamaian dan keadilan, dengan tulisan mengenai kepedulian kepada rakyat, kepemimpinan dan kemakmuran, kemanusiaan, kesejahteraan, hingga Palestina. Bagian lainnya membicarakan spiritualitas Prabowo Subianto.
Dengan demikian, buku ini lebih tepat dipahami sebagai kumpulan narasi dan perspektif mengenai sosok Prabowo dilihat dari kerangka nilai-nilai Islam, bukan kitab atau buku pedoman ajaran agama yang ditulis Prabowo.
Buku diluncurkan dalam Rakornas BAZNAS 2025
Peluncuran buku dilakukan dalam rangkaian Rakornas BAZNAS pada 26 Agustus 2025 di Jakarta.
ANTARA melaporkan bahwa penulisan buku tersebut diinisiasi Ahmad Muzani dan Anwar Iskandar. Peluncuran menjadi salah satu agenda dalam pembukaan Rakornas BAZNAS 2025.
Informasi dari jaringan resmi BAZNAS juga mencatat buku tersebut diluncurkan bersama sejumlah program pada pembukaan Rakornas. Acara itu dihadiri antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua MUI Anwar Iskandar, dan Ketua BAZNAS RI Noor Achmad.
Buku memiliki ketebalan sekitar 346 halaman. ISBN yang tercantum pada katalog penerbit Media Luhur Sentosa adalah 978-623-89676-5-0, dengan keterangan terbit April 2025. Namun, terdapat perbedaan metadata penerbit dan pencantuman penulis pada sejumlah katalog yang tersedia secara daring sehingga identitas bibliografis lengkapnya masih perlu dirujuk langsung pada halaman hak cipta buku untuk memastikan edisi yang sama.
Mengapa buku ini kembali ramai pada September 2026?
Perhatian terhadap buku itu meningkat kembali setelah foto daftar isinya beredar di media sosial pada awal September 2026.
Sorotan kemudian tidak hanya berkaitan dengan judul buku, tetapi juga pencantuman nama sejumlah tokoh dalam daftar isi.
Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), misalnya, merespons pertanyaan warganet mengenai keterlibatannya dalam buku tersebut. Namanya tercantum dalam daftar isi pada sebuah tulisan mengenai visi keislaman Prabowo.
Dalam respons di akun media sosialnya pada 6 September 2026, TGB menyatakan, “saya tidak pernah kirim tulisan.”
Sorotan juga muncul terhadap pencantuman nama KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar. Namanya tercantum sebagai penulis sebuah bagian mengenai dukungan pesantren kepada Prabowo.
Sejumlah laporan media menyebut keluarga Gus Kautsar mempertanyakan pencantuman tersebut dan menyatakan tidak ada izin terkait pencantuman namanya sebagai kontributor.
Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai bagaimana materi yang menggunakan nama tokoh-tokoh tersebut diperoleh dan disusun—apakah merupakan tulisan yang secara khusus dikirim untuk buku, hasil wawancara, kutipan pernyataan yang telah dipublikasikan sebelumnya, atau bentuk kompilasi lainnya.
Sampai informasi yang ditelusuri pada 7 September 2026, belum ditemukan penjelasan rinci dari pihak penerbit atau tim penyusun yang menjawab secara menyeluruh mekanisme pencantuman materi atas nama tokoh-tokoh yang mempertanyakan keterlibatan mereka.
Gambaran Sebagian Materi Buku Islam Ala Prabowo
Dibawah ini kami sajikan beberapa contoh materi yang terdapat didalam buku tersebut:
1. Islam tidak hanya dilihat dari simbol
Katalog penerbit memuat pernyataan yang diatribusikan kepada Abdul Mu’ti bahwa keislaman Prabowo dipandang lebih berorientasi pada substansi daripada ekspresi luar, dengan penekanan pada keberpihakan kepada rakyat.
Gambaran materinya: Buku mengaitkan pengamalan Islam dengan perilaku dan kebijakan seorang pemimpin, bukan hanya penampilan atau simbol keagamaan. Ini merupakan perspektif yang disajikan dalam buku, bukan penilaian independen bahwa seluruh kebijakan Prabowo telah memenuhi nilai tersebut.
2. Kepemimpinan nasionalis dan akhlak Islam
Katalog yang sama memuat pandangan yang diatribusikan kepada Said Aqil Siraj bahwa Prabowo tidak perlu mengklaim identitas kepemimpinan Islam karena akhlak dan kepribadiannya dipandang mencerminkan nilai Islam rahmatan lil alamin.
Gambaran materinya: Pembahasannya mencoba menghubungkan nasionalisme, karakter pribadi, dan nilai keagamaan. Jadi, bukan menjelaskan tata cara ibadah baru, melainkan menafsirkan karakter kepemimpinan melalui sudut pandang Islam.
3. Diplomasi dan hubungan dengan negara Islam
Katalog penerbit juga memuat pandangan yang diatribusikan kepada Zuhair Al Syun, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, mengenai potensi diplomasi Prabowo untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara Islam dan mendorong kerja sama internasional.
Gambaran Materinya: Buku tidak hanya membahas kehidupan pribadi, tetapi juga mengaitkan kebijakan luar negeri dengan nilai persatuan dan kerja sama. Ini membantu menjelaskan mengapa terdapat bagian mengenai Palestina dan diplomasi.
4. Keadilan dan kesejahteraan rakyat
Daftar isi yang dipublikasikan memuat bab mengenai kepedulian kepada rakyat dan keadilan, kepemimpinan dan kemakmuran, serta perjuangan untuk kesejahteraan dan perdamaian.
Gambaran materinya: Dari judul-judul tersebut, pembaca dapat melihat bahwa buku berusaha membahas hubungan antara kepemimpinan Prabowo dan persoalan sosial-ekonomi. Namun, tanpa membaca teks babnya, belum dapat dipastikan argumen, contoh kebijakan, atau data apa yang digunakan masing-masing penulis.
5. Spiritualitas dan pendidikan
Bagian lain dalam daftar isi membahas keberagamaan Prabowo, nilai tasawuf dalam kepemimpinan, serta pendidikan bermutu untuk semua.
Gambaran materinya: Cakupannya bergerak dari kehidupan keagamaan pribadi menuju tanggung jawab publik. Akan tetapi, judul bab saja belum cukup untuk memastikan apakah pembahasannya berupa pengalaman pribadi, wawancara, analisis kebijakan, atau kompilasi pernyataan.
Jadi, bentuk materinya lebih menyerupai kumpulan esai atau pandangan tentang Prabowo melalui perspektif Islam, dengan tema kepemimpinan, akhlak, keadilan, kesejahteraan, dan diplomasi. Yang masih perlu dibuktikan melalui naskah lengkap adalah seberapa mendalam argumennya, sumber yang digunakan, serta apakah setiap tulisan benar-benar disusun atau disetujui oleh nama yang tercantum.
Bukan Buku Karya Prabowo
Hal lain yang penting bagi pembaca adalah membedakan objek buku dengan penulis buku.
Prabowo Subianto merupakan tokoh utama yang dibahas, tetapi namanya tidak tercantum sebagai penulis dalam katalog Gramedia. Katalog tersebut mencantumkan tiga nama penyusun atau penulis, yakni Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas.
Artinya, pandangan mengenai hubungan antara Prabowo dan nilai-nilai Islam di dalam buku tidak otomatis dapat dianggap sebagai pernyataan langsung Prabowo. Sebagian merupakan interpretasi, penilaian, atau perspektif penyusun dan nama-nama yang dicantumkan dalam buku.
Pembedaan ini penting karena judul “Islam ala Prabowo” dapat menimbulkan kesan seolah-olah buku tersebut berisi rumusan keislaman yang ditulis langsung oleh Prabowo. Deskripsi dan data bibliografis yang tersedia tidak menunjukkan hal tersebut.
Yang Masih Belum Diketahui
Setidaknya ada beberapa informasi yang masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Belum terdapat penjelasan komprehensif yang ditemukan mengenai metode penyusunan setiap tulisan dalam buku, terutama setelah TGB menyatakan tidak pernah mengirim tulisan dan keluarga Gus Kautsar mempertanyakan pencantuman namanya.
Belum jelas pula apakah sejumlah materi yang dicantumkan atas nama tokoh tertentu merupakan naskah yang diberikan langsung, hasil wawancara, penyuntingan dari pernyataan sebelumnya, atau sumber lain.
Selain itu, metadata penerbitan yang muncul pada beberapa katalog daring tidak sepenuhnya seragam. Karena itu, halaman hak cipta dan keterangan resmi penerbit pada eksemplar fisik menjadi rujukan yang diperlukan untuk memastikan informasi bibliografis setiap edisi.
Buku yang mengulas kehidupan dan kepemimpinan Prabowo Subianto melalui perspektif nilai-nilai Islam itu terbit pada 2025 dan kembali menjadi perhatian setelah sejumlah nama dalam daftar isinya mempertanyakan keterlibatan mereka
Hingga penelusuran dilakukan pada 7 September 2026, belum ditemukan klarifikasi menyeluruh dari tim penyusun atau penerbit mengenai persoalan tersebut.
Sumber informasi:
Informasi dalam berita ini dihimpun dari katalog buku Gramedia, keterangan resmi jaringan BAZNAS mengenai Rakornas BAZNAS 2025, laporan ANTARA mengenai peluncuran buku pada 26 Agustus 2025, katalog penerbit, serta pemberitaan terbaru mengenai tanggapan tokoh yang namanya tercantum dalam daftar isi.
Notale Cordless Spin Scrubber - Sikat Elektrik Pembersih Modern
🌟 Hilangkan noda membandel lebih mudah dengan Notale Spin Scrubber! Tanpa kabel, ringan, tahan air IPX7, baterai tahan lama hingga 80 menit, dan sikat 360°. Praktis, kuat, dan modern untuk kebersihan maksimal. ✨
~ shopee.co.id ~
Vacuum Cleaner Tanpa Kabel, Bersih Lebih Praktis Tanpa Ribet
⚡ Nikmati kemudahan membersihkan rumah dengan vacuum cleaner yang praktis dan modern. Desain ringan yang memudahkan penggunaan sehari-hari. Daya hisap kuat & efektif mengangkat debu, rambut, kotoran dari lantai, sofa, hingga area sulit di rumah. 🌸
~ shopee.co.id ~
Artikel Terkait
Rekening Tidak Aktif Akan Diblokir PPATK: Apa Artinya dan Dampaknya bagi Nasabah?
Panduan Memilih Aksesoris yang Tepat untuk Acara Formal: Tampil Elegan Tanpa Berlebihan
Kenapa Rice Cooker Jadi Barang Wajib di Rumah? Fakta, Rumor, dan Manfaatnya
Panduan Lengkap Cara Instalasi SLiMS pada Localhost XAMPP
Rahasia Makeup Kilat: Tata Rias Wajah dalam Perjalanan ke Kantor
Gendongan Bayi yang Nyaman dan Aman