Film Ozora
Ini adalah kisah dari penganiayaan brutal penguasa jaksel yang diangkat menjadi salahsatu film indonesia di tahun 2025, disutradarai oleh kakak-beradik Anggy Umbara dan Bounty Umbara.
Ceritanya diangkat dari peristiwa nyata yang mengguncang publik, penganiayaan seorang remaja bernama David Ozora oleh oknum pemuda anak pejabat berpengaruh di Jakarta Selatan pada Februari 2023.
Film ini menjadi salah satu refleksi sinematik terhadap kekerasan, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketimpangan hukum — dengan sudut pandang seorang ayah yang berjuang demi keadilan.
Sinopsis Ozora
Jonathan Latumahina (diperankan Chicco Jerikho) menjalani hidup sederhana bersama putranya, David Ozora (diperankan Muzakki Ramdhan). Namun semuanya berubah drastis ketika suatu malam David menjadi korban penganiayaan brutal — bukan dari orang biasa, melainkan dari remaja yang memiliki hubungan dengan kekuasaan.
Akibat kekerasan itu, David mengalami luka parah dan koma, kondisi yang mengguncang dunia Jonathan dan keluarganya. Sebagai ayah, Jonathan tidak hanya terpukul secara emosional, tetapi juga harus menghadapi sistem yang tampaknya condong melindungi pelaku karena status sosial dan pengaruh.
Dipenuhi duka, kemarahan, dan ketidakpastian, Jonathan memutuskan untuk bangkit. Dia menempuh jalur hukum, mencari keadilan, dan melawan ketidakberpihakan sistem. Di tengah tekanan dari kekuasaan dan privilege pelaku, dukungan publik pun mulai muncul. Doa, simpati, dan solidaritas dari berbagai kalangan ikut memperkuat perjuangannya.
Film ini membawa penonton menyelami sisi gelap kekerasan remaja, power abuse, serta bagaimana keberanian, cinta, dan integritas bisa menjadi senjata untuk menuntut keadilan, bahkan ketika semuanya tampak melawan.
Fakta & Detail Film
1. Genre: Drama, Thriller, Crime.
2. Tayang di Bioskop: 4 Desember 2025.
3. Orang di Balik Film: Disutradarai oleh Anggy Umbara & Bounty Umbara.
4. Pemeran Utama: Chicco Jerikho sebagai Jonathan; Muzakki Ramdhan sebagai David.
5. Asal Cerita: Diangkat dari kasus nyata penganiayaan terhadap David Ozora pada 2023.
6. Keseriusan Pendekatan: Sutradara menyebut film ini punya akurasi hingga ~90% terhadap fakta kasus nyata — bukan sekadar dramatisasi.
Selain itu, film ini dirancang tidak hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai pesan sosial: mengajak publik berbicara soal kekerasan, privilege, power abuse, serta pentingnya keadilan dan keberanian menyuarakan kebenaran.
Pandangan Saya Tentang Cerita & Relevansi Film
Menurut saya, Ozora memiliki nilai penting, bukan sekadar sebagai film drama kriminal, tetapi sebagai bentuk kepekaan sosial dan panggilan moral. Lewat kisah nyata yang memilukan, film ini mengingatkan bahwa penyalahgunaan kekuasaan dan privilege bisa terjadi di mana saja bahkan di lingkungan yang kita anggap aman.
Perjuangan Jonathan mewakili banyak korban tanpa suara: mereka yang tak punya akses ke kekuasaan, yang terpinggirkan ketika sistem berpihak pada orang berduit atau berpengaruh. Dengan demikian, film ini bukan hanya menghibur, tapi juga membangkitkan empati, kesadaran, dan keberanian untuk melawan ketidakadilan.
Selain itu, dengan digarap secara serius dan jujur (dengan akurasi kisah nyata), Ozora bisa membuka diskusi penting di masyarakat: tentang bullying, kekerasan remaja, privilege, dan korupsi moral. Bagi penonton, terutama generasi muda, film ini bisa menjadi pengingat kuat bahwa kekerasan dan penyalahgunaan kekuasaan tidak boleh disepelekan, dan keadilan harus diperjuangkan, tidak peduli seberapa besar lawan kita.
Singkatnya: Ozora bukan hanya film tragedi, ia adalah cermin sosial, panggilan nurani, dan seruan untuk bertindak.