Di Indonesia akhir-akhir ini muncul dua narasi yang saling melengkapi yaitu satu menyorot kebangkitan dan manfaat Pilates, terutama untuk penguatan inti, postur, dan pencegahan cedera. Sedangkan narasi lain menegaskan keunggulan latihan angkat beban (strength training) untuk peningkatan massa otot, metabolisme, dan pengendalian penyakit seperti diabetes.
Membandingkan laporan-laporan ini membantu pembaca memilih metode yang paling cocok menurut tujuan (koreksi postur / stabilitas vs hipertrofi & kekuatan), serta memahami tren kebugaran yang berkembang.
Cari Berita Lengkap-nya? Klik Disini →
1. Tren & manfaat Pilates
Beberapa media dan institusi kebugaran melaporkan bahwa Pilates semakin populer di Indonesia sebagai latihan yang menekankan kekuatan otot inti (core), stabilitas sendi, peningkatan postur, dan pengurangan nyeri punggung.
Pilates juga diposisikan sebagai investasi kesehatan jangka panjang yang sering digabungkan dengan fisioterapi untuk pemulihan dan pencegahan cedera.
Laporan-laporan ini menekankan bahwa Pilates melatih otot kecil yang sering terlewat, memberi hasil berupa otot lebih panjang, lentur, dan seimbang namun tidak selalu menghasilkan hipertrofi (penambahan massa otot besar) seperti latihan beban.
Konteks sumber: liputan RRI dan beberapa portal lifestyle/medis nasional menunjukkan kelas Pilates meningkat dan semakin dipromosikan sebagai program rehabilitatif serta kebugaran umum.
2. Keunggulan Angkat Beban
Laporan jurnalistik dan pernyataan tenaga medis menyorot efek kuat latihan beban terhadap peningkatan massa otot, pengurangan lemak visceral, dan perbaikan kontrol gula darah pada penderita atau risiko diabetes tipe 2.
Selain estetika (bentuk tubuh), angkat beban disebut berdampak signifikan pada metabolisme basal sehingga membantu pengendalian berat badan dan kesehatan metabolik. Beberapa dokter menegaskan angkat beban bukan sekadar penampilan, ia relevan untuk fungsi fisiologis dan pencegahan penyakit.
Konteks sumber: artikel dari media nasional dan wawancara dengan tenaga medis (dokter/ahli) membahas hasil studi atau pengamatan klinis yang mendukung manfaat latihan beban untuk kesehatan jangka panjang.
Perbandingan & Analisis
Persamaan utama
- Keduanya memperkuat otot dan mendukung fungsi tubuh. Meski mekanismenya berbeda, Pilates dan angkat beban sama-sama meningkatkan kapasitas otot dan fungsi sehari-hari.
- Dapat saling melengkapi. Banyak praktisi dan pelatih menyarankan kombinasi: Pilates untuk stabilitas dan mobilitas; angkat beban untuk hypertrophy dan kekuatan maksimal.
Perbedaan utama
- Fokus otot yang dilatih: Pilates menargetkan otot inti dan otot kecil yang mengontrol postur; angkat beban menargetkan otot besar untuk peningkatan massa dan kekuatan.
- Hasil estetika vs fungsional: Angkat beban lebih cepat menghasilkan massa otot dan perubahan komposisi tubuh; Pilates memberi tubuh lebih panjang, seimbang, dan berpostur baik tanpa penekanan besar pada hipertrofi.
- Manfaat kesehatan spesifik: Angkat beban mendapat sorotan untuk kebutuhan metabolik (mis. kontrol gula/diabetes) dan anti-sarkopenia (penuaan otot), sedangkan Pilates sering disorot untuk pencegahan cedera, rehabilitasi, dan kesejahteraan postural.
Faktor Penyebab Perbedaan
1. Metode latihan (resistensi vs kontrol gerak)
Angkat beban memakai beban eksternal yang memicu micro-trauma otot → adaptasi hipertrofi; Pilates lebih menekankan kontrol, rentang gerak, dan ketahanan otot tanpa beban berat.
2. Tujuan latihan pengguna
Jika tujuan utama adalah membangun massa/kuat maksimal, beban berat lebih efisien. Bila tujuan memperbaiki postur, stabilitas core, atau rehabilitasi, Pilates dapat lebih tepat.
3. Ketersediaan fasilitas & pelatihan
Tren studio Pilates dan akses gym berpengaruh pada pilihan masyarakat—kebiasaan sosial dan rekomendasi profesional kesehatan mendorong preferensi tertentu.
Tren & Arah Perkembangan
Multimodal training (gabungan) makin populer. Banyak studio/klinik merekomendasikan program terpadu: angkat beban untuk kekuatan + Pilates/fisioterapi untuk stabilitas dan pencegahan cedera, terutama di kalangan dewasa aktif dan atlet urban.
Pilates sebagai layanan kesehatan (bukan sekadar lifestyle). Ada peningkatan integrasi Pilates dalam layanan fisioterapi dan program pemulihan post-operasi atau pasca-cedera.
Ketenagaan medis mendukung latihan beban untuk kesehatan metabolik. Temuan tentang pengaruh latihan beban terhadap kontrol gula dan penurunan lemak visceral mendorong rekomendasi klinis lebih luas untuk strength training.
Kesimpulan & Rekomendasi
Ringkasan perbandingan:
Angkat Beban unggul dalam: meningkatkan massa otot, kekuatan maksimal, dan manfaat metabolik (mis. kontrol gula/penurunan lemak visceral). Cocok untuk tujuan hipertrofi, peningkatan kekuatan fungsional, dan pencegahan kehilangan massa otot seiring usia.
Pilates unggul dalam: memperbaiki postur, menguatkan otot inti, meningkatkan fleksibilitas, dan dukungan rehabilitatif. Lebih aman untuk pemula, pemulihan cedera, atau mereka yang ingin tubuh seimbang dan terkoordinasi.
Pilates dan angkat beban bukanlah pesaing mutlak karena keduanya memiliki peran berbeda dan saling melengkapi. Tren ke depan di Indonesia kemungkinan besar akan terus menuju kombinasi program (strength + Pilates/fisioterapi) yang dipersonalisasi sesuai tujuan, usia, dan kondisi kesehatan.
Untuk hasil optimal, konsultasikan tujuan dan kondisi kesehatan dengan pelatih bersertifikat atau tenaga medis (fisioterapis/dokter olahraga) sebelum merancang program latihan.
Bagaimana Menurut Anda?