Belanja Masyarakat Indonesia Masih Tumbuh di Tengah Kenaikan Harga

Aktivitas belanja masyarakat Indonesia memasuki September 2026 dengan sinyal yang beragam. Penjualan eceran masih diprakirakan tumbuh secara tahunan, tetapi konsumen menghadapi kenaikan harga setelah Indonesia mencatat inflasi 0,21 persen secara bulanan pada Agustus 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Agustus mencapai 3,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,97. Secara tahun kalender, inflasi Januari–Agustus 2026 mencapai 1,86 persen.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk membaca kondisi belanja masyarakat karena perubahan harga memengaruhi biaya yang harus dikeluarkan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya.

Penjualan Eceran Masih Tumbuh

Sebelum data inflasi Agustus diterbitkan, Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia memberikan gambaran bahwa aktivitas ritel belum kehilangan pertumbuhan.

BI memperkirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 mencapai 224,4 atau tumbuh 0,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan terutama didorong kelompok makanan, minuman dan tembakau. Penjualan kelompok suku cadang dan aksesori serta perlengkapan rumah tangga lainnya juga tercatat tumbuh positif.

Namun, secara bulanan BI memperkirakan penjualan eceran Juli turun 0,3 persen. Bank sentral mengaitkan penurunan tersebut dengan normalisasi permintaan setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional dan libur sekolah.

Meski turun dibandingkan Juni, kinerja bulanan tersebut masih lebih baik dibandingkan Juli 2025 yang ketika itu turun 4,1 persen.

Data ini menunjukkan dua perkembangan yang berjalan bersamaan: aktivitas belanja secara tahunan masih bertumbuh, sementara secara bulanan konsumen telah melewati periode belanja musiman yang sebelumnya ikut mengangkat transaksi.

Harga Kembali Naik pada Agustus

Perhatian terhadap pola belanja masyarakat semakin relevan setelah BPS melaporkan Indonesia kembali mengalami inflasi bulanan pada Agustus.

Inflasi Agustus sebesar 0,21 persen secara bulanan membawa inflasi tahunan menjadi 3,19 persen. Inflasi inti pada periode yang sama tercatat 2,92 persen secara tahunan.

Kenaikan harga tersebut terjadi setelah konsumen sebelumnya menghadapi berbagai perubahan harga barang dan jasa sepanjang tahun.

Di tingkat perdagangan besar, tekanan harga juga terlihat. BPS mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) umum nasional pada Agustus 2026 naik 6,18 persen dibandingkan Agustus 2025.

Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga secara tahunan dalam indikator perdagangan besar tersebut antara lain elpiji nonsubsidi, solar industri, beras biasa, minyak pelumas, dan laptop.

Kenaikan IHPB tidak dapat langsung disamakan dengan kenaikan harga yang dibayar konsumen karena cakupan dan metode pengukurannya berbeda. Namun, indikator tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan harga pada tingkat perdagangan besar.

Konsumsi Tetap Penting bagi Ekonomi Indonesia

Pergerakan belanja masyarakat mempunyai arti penting karena konsumsi rumah tangga merupakan salah satu komponen utama perekonomian nasional.

BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II-2026. Produk domestik bruto pada harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun.

Kondisi tersebut membuat kemampuan masyarakat mempertahankan konsumsi menjadi salah satu faktor yang penting diperhatikan pada paruh kedua tahun ini.

Pemerintah juga berupaya mendorong aktivitas perdagangan domestik. Pada Agustus, pemerintah bersama pelaku industri ritel menjalankan program Belanja di Indonesia Aja (BINA) serta Indonesia Retail Summit & Expo 2026.

Program BINA Agustus berlangsung pada 15–31 Agustus 2026 dan diarahkan untuk meningkatkan aktivitas belanja di dalam negeri.

Dalam Indonesia Retail Summit & Expo pada 26 Agustus, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mendorong pengembangan wisata belanja sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

Menurut pemerintah, peningkatan aktivitas pariwisata dapat dimanfaatkan untuk mendorong wisatawan membelanjakan lebih banyak pengeluarannya di Indonesia.

Memasuki Periode September – November

Perkembangan berikutnya akan menjadi perhatian industri ritel karena efek sejumlah momentum belanja besar pada semester pertama dan Agustus mulai berkurang.

Kondisi tersebut membuat kemampuan sektor ritel mempertahankan transaksi tanpa dorongan liburan panjang atau perayaan besar menjadi salah satu indikator untuk melihat kekuatan permintaan masyarakat.

Bank Indonesia sebelumnya memperkirakan tekanan inflasi pada September 2026 menurun. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum September sebesar 155,2, lebih rendah dibandingkan indeks ekspektasi Agustus sebesar 178,0.

Indikator tersebut merupakan ekspektasi responden survei terhadap perkembangan harga, sehingga tidak dapat diartikan sebagai angka inflasi September yang telah terjadi.

Dengan demikian, data yang tersedia hingga awal September belum menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia berhenti berbelanja. Penjualan ritel masih tumbuh secara tahunan berdasarkan estimasi BI untuk Juli, tetapi normalisasi konsumsi secara bulanan dan kenaikan harga pada Agustus menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam membaca daya beli masyarakat selanjutnya.

Yang Masih Belum Diketahui

Data penjualan eceran nasional untuk Agustus dan September 2026 belum tersedia dalam rilis Bank Indonesia yang digunakan dalam berita ini. Karena itu, belum dapat disimpulkan apakah kenaikan harga pada Agustus telah menyebabkan perlambatan aktivitas belanja masyarakat secara nasional.

Data yang tersedia juga belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh kelompok pendapatan menghadapi kondisi belanja yang sama. Kemampuan mempertahankan konsumsi dapat berbeda antara rumah tangga berpendapatan rendah, menengah, dan tinggi.

Perkembangan penjualan ritel berikutnya, inflasi September, serta indikator keyakinan konsumen akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai arah belanja masyarakat pada sisa 2026.


Tas Wanita Shopee – Stylish & Harga Bersahabat

🌟 Temukan berbagai pilihan tas wanita trendy di Shopee dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau. Mulai dari tote bag, sling bag, hingga tas kerja elegan. Banyak promo menarik, model up-to-date, dan siap kirim ke seluruh Indonesia! ✨

~ shopee.co.id ~

Robot Vacuum Mini Pintar untuk Ruang Sempit

⚡ Deebot Mini hadir dengan desain compact hanya 28,6 cm, mudah menjangkau kolong dan sudut sempit. Dilengkapi sensor pintar & radar LDS untuk pembersihan efisien hingga 89% area dengan minim blind spot. Solusi ideal untuk apartemen, kos, dan ruang terbatas. 🌸

~ shopee.co.id ~