Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah strategis untuk menjadikan Jakarta sebagai “City of Cinema” pada tahun 2027.
Rano Karno selaku Wakil Gubernur menyebut bahwa program ini akan menjadi tonggak baru kebangkitan industri film dan ekonomi kreatif di Ibu Kota, namun juga membutuhkan dukungan finansial besar.
Cari Berita Lengkap-nya? Klik Disini →
Di antaranya, pemerintah akan membentuk lembaga film commission yang akan menjadi fasilitator bagi sektor film dan musik, mengadopsi strategi kota-film seperti Busan, Korea Selatan sebagai contoh.
Ulasan & Opini
Langkah DKI Jakarta untuk menetapkan diri sebagai “City of Cinema” pada 2027 menurut saya adalah momen sangat penting bagi industri film dan musik di Indonesia. Ada beberapa aspek yang menarik:
1. Potensi besar bagi industri kreatif lokal
Dengan pembentukan film commission dan dukungan struktural, pelaku film, musik, dan ekonomi kreatif di Jakarta akan mendapat panggung yang lebih luas untuk berkembang. Ini bisa meningkatkan produksi film lokal, lokasi syuting internasional, serta kolaborasi musik yang lebih global.
2. Tantangan finansial dan infrastruktur
Program ini memang terdengar ambisius, dan Wakil Gubernur Rano Karno sendiri menyebut bahwa dukungan finansial menjadi kunci. Jika dana, infrastruktur, atau regulasi belum memadai, maka target 2027 bisa sulit dicapai. Selain itu, aspek kualitas sumber daya manusia, fasilitas produksi dan akses internasional juga harus diperkuat.
3. Dampak ke masyarakat dan kultur hiburan.
Dengan fokus pada film dan musik, masyarakat Jakarta dan sekitarnya bisa menikmati konten kreatif yang lebih berkualitas, tempat produksi yang lebih banyak, dan mungkin peluang kerja baru di sektor kreatif. Namun, penting juga bahwa aksesnya inklusif, bukan hanya menitikberatkan pada produksi kelas atas, tetapi juga pelaku kreatif skala kecil.
Saran-Saran
Pemerintah DKI: Segera siapkan roadmap yang jelas mencakup anggaran, regulasi, pelatihan sumber daya, serta kolaborasi internasional.
Pelaku industri film & musik lokal: Manfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas produksi, membangun jaringan, dan aktif mengajukan proyek yang bisa masuk ke skala internasional.
Komunitas dan pendidikan kreatif: Perkuat kapasitas para pembuat konten, musisi, dan teknisi dari aspek teknis hingga pemasaran global.
Masyarakat umum: Jadilah penonton yang sadar, mendukung karya lokal, dan ikut mengapresiasi naiknya standar industri kreatif di Jakarta dan Indonesia.
Secara keseluruhan, saya menyambut baik inisiatif ini karena bisa mendorong Indonesia untuk lebih unggul di kancah film dan musik global. Namun, kesuksesan program sangat bergantung pada eksekusi yang konkret, inklusif, dan berkelanjutan dan bukan sekadar slogan.
Bagaimana Menurut Anda?
Mukena Parasut Ringan & Anti Kusut!
🌟 Mukena parasut berkualitas, ringan, cepat kering, dan tidak mudah kusut. Cocok untuk aktivitas harian maupun traveling. Tampil simpel tapi tetap nyaman saat ibadah! ✨
~ shopee.co.id ~
Upgrade Jam Tanganmu Sekarang!
⚡ Smartwatch modern dengan fitur lengkap: detak jantung, olahraga, dan tahan air. Praktis & kekinian. 🌸
~ shopee.co.id ~
Artikel Terkait
Publik Ramai-Ramai Ikut Tren Edit Foto AI: Ketemu “Diri Kecil”, Pakai Busana Adat, hingga Miniatur Action Figure
Viral Istri Diceraikan Usai Suami Tembus P3K, Bupati Aceh Turun Tangan!
Publik Ramai Setelah “Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas” Meluncur
Duo Pop Folk Suara Kayu Viral Lewat Video Klip “Cerita Kesukaan” yang Manis & Autentik
Fanny Soegi “Kias” Kuasai Top 20 Indonesia, Bukti Kekuatan Musik Indie Lokal
Soundtrack Film Indonesia “Diculik Cinta” Jadi Viral di TikTok, Bukti Kekuatan Lagu Film di Media Sosial