Saham Syariah Pilihan Pekan Ini
Screening kali ini mencari saham syariah di Bursa Efek Indonesia yang menawarkan kombinasi momentum, volume, katalis dan risk/reward menarik untuk horizon sekitar satu minggu. Karena profil risiko yang digunakan agresif, volatilitas lebih tinggi diperbolehkan selama likuiditas dan thesis masih dapat dipertanggungjawabkan.
- Saham Syariah Pilihan Pekan Ini
- Kondisi IHSG dan Pasar
- Metodologi Opportunity Score
- 1. ANTM — PT Aneka Tambang Tbk
- 2. MDKA — PT Merdeka Copper Gold Tbk
- 3. DSNG — PT Dharma Satya Nusantara Tbk
- 4. INDY — PT Indika Energy Tbk
- 5. ADMR — PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
- Ranking Akhir Saham Syariah
- Kesimpulan dan Saham Pilihan
- Ringkasan Strategi Satu Minggu
Screening dibatasi pada universe saham syariah periode berjalan. OJK menerbitkan Daftar Efek Syariah Periode I 2026 yang berlaku mulai 1 Juni 2026 dan mencakup 622 saham, sementara daftar ISSI periode Juni–November 2026 yang ditampilkan Panin Sekuritas mencakup 579 saham. Status syariah dapat berubah jika OJK menerbitkan keputusan insidentil, sehingga tetap perlu diverifikasi kembali sebelum transaksi.
Kondisi IHSG dan Pasar
Fakta terverifikasi: IHSG ditutup di 6.501,67 pada perdagangan 24 Agustus 2026, turun 0,37%. Pada sesi I perdagangan 26 Agustus, IHSG sangat volatil dengan rentang sekitar 6.422–6.532 dan berakhir sementara di 6.496,89 atau turun tipis 0,07%.
Sebelum perdagangan 26 Agustus, foreign outflow di pasar reguler mencapai sekitar Rp556 miliar dan rupiah berada sekitar Rp17.702 per dolar AS. Di sisi global, yield obligasi AS mulai turun dan Wall Street menguat terbatas, sementara harga minyak Brent mengalami koreksi tajam.
Interpretasi: pasar belum berada dalam kondisi risk-on penuh. Karena itu saham dengan katalis spesifik—emas, mineral, CPO atau transformasi bisnis—lebih menarik dibanding sekadar membeli saham yang bergerak mengikuti IHSG.
Metodologi Opportunity Score
Karena horizon hanya satu minggu dan profil risiko agresif, bobot ranking adalah:
- Momentum dan teknikal: 30%
- Volume dan flow: 20%
- Katalis jangka pendek: 20%
- Sentimen sektor/pasar: 10%
- Fundamental: 12%
- Valuasi dan risk/reward: 8%
Opportunity Score tidak berarti probabilitas harga pasti naik. Probabilitas bullish, base case dan bearish di bawah merupakan estimasi skenario analitis berdasarkan data yang tersedia saat analisa dilakukan.
1. ANTM — PT Aneka Tambang Tbk
Harga terbaru terverifikasi: Rp3.220 pada 26 Agustus 2026 sekitar pukul 11.59 WIB, naik 0,94%, dengan rentang intraday Rp3.160–Rp3.290. Volume sementara sekitar 76,8 juta saham.
Opportunity Score: 88/100 — Rank #1.
Estimasi modal 1 lot: Rp3.220 × 100 = Rp322.000, belum termasuk fee transaksi.
Thesis: ANTM memiliki kombinasi paling lengkap antara momentum, katalis emas, fundamental dan setup breakout. Ajaib Sekuritas pada 26 Agustus menempatkan ANTM sebagai buy on breakout dengan referensi closing price Rp3.190, target Rp3.350 dan stop loss Rp3.000. Harga bergerak di atas MA5/MA20 dan membentuk symmetrical triangle dengan histogram MACD dalam fase akumulasi.
Data teknikal harian 24 Agustus juga mendukung thesis tersebut: RSI 61,05, MACD +28,93, MA20 sekitar Rp3.164,5, MA50 Rp3.105 dan MA200 sekitar Rp3.031,7.
Pada data intraday 26 Agustus RSI sudah meningkat menjadi sekitar 64,6. Artinya momentum membaik, tetapi harga mulai lebih dekat dengan area jenuh beli sehingga mengejar lonjakan intraday perlu lebih hati-hati.
- Support: Rp3.150–Rp3.180.
- Support utama: Rp3.000–Rp3.050.
- Resistance: Rp3.290–Rp3.350.
- Area target jika breakout berlanjut: Rp3.400–Rp3.500.
Katalis: harga emas global telah menguat selama empat pekan dan berada sekitar US$4.643/oz pada 26 Agustus menurut data yang digunakan Ajaib. Pasar juga menunggu laporan keuangan limited review ANTM yang secara jadwal pelaporan diharapkan tersedia maksimal Agustus.
Fundamental: kuartal I 2026 ANTM membukukan pendapatan Rp29,32 triliun, naik 12,1% YoY. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk sekitar Rp3,41 triliun, naik sekitar 60%, dengan gross margin 19,2% dan net margin 11,6%.
Data pasar terbaru menunjukkan P/E sekitar 9,1 kali, PBV 1,97 kali dan ROE sekitar 23,4%.
Flow: broker flow harian yang cukup kredibel tidak berhasil diverifikasi secara lengkap untuk sesi terbaru, sehingga tidak digunakan sebagai dasar ranking.
- Bullish — 54%: breakout Rp3.300–Rp3.350 membuka peluang Rp3.400–Rp3.500.
- Base case — 28%: konsolidasi Rp3.150–Rp3.350.
- Bearish — 18%: gagal breakout dan kembali ke Rp3.000–Rp3.100.
Invalidasi: penutupan tegas di bawah Rp3.000.
Risiko utama: koreksi harga emas, profit taking setelah momentum menguat, laporan keuangan di bawah ekspektasi pasar dan pelemahan sektor basic materials.
2. MDKA — PT Merdeka Copper Gold Tbk
Harga terbaru terverifikasi: Rp3.090 pada 26 Agustus 2026 sekitar pukul 11.59 WIB, naik 4,39%. Rentang intraday sangat lebar di Rp2.910–Rp3.180 dengan volume sekitar 61,78 juta saham, sedikit di atas rata-rata tiga bulan sekitar 57,43 juta saham.
Opportunity Score: 86/100 — Rank #2.
Modal minimum 1 lot: Rp309.000.
Thesis: MDKA menawarkan momentum paling agresif dalam screening. Kenaikan 4,39% disertai volume di atas rata-rata memperlihatkan minat transaksi yang nyata, bukan sekadar pergerakan tipis.
Pada 24 Agustus, RSI MDKA masih 56,71, MACD +15,44 dan ADX 43,89. Seluruh MA5 sampai MA200 memberikan sinyal beli; MA20 sekitar Rp2.947, MA50 Rp2.896 dan MA200 Rp2.794.
Setelah rally intraday 26 Agustus, RSI telah meningkat ke sekitar 62,06. Harga masih belum overbought klasik, tetapi volatilitas meningkat drastis.
- Support: Rp2.950–Rp3.000.
- Support mayor: Rp2.850–Rp2.900.
- Resistance: Rp3.180–Rp3.200.
- Target breakout: Rp3.300–Rp3.450.
Katalis: Merdeka pada 3 Agustus merilis laporan aktivitas kuartal II 2026. Sebelumnya pada 13 Juli perusahaan mengumumkan peningkatan sumber daya porfiri Gua Macan menjadi sekitar 276 juta ton yang mengandung sekitar 2 juta ons emas dan 430 ribu ton tembaga.
Selain emas dan tembaga, MDKA mendapatkan eksposur pertumbuhan melalui Pani Gold dan bisnis material baterai. Namun ekspansi besar tersebut sekaligus meningkatkan kebutuhan modal dan execution risk.
Fundamental/valuasi: fundamental MDKA belum sekuat ANTM atau DSNG. Data pasar terbaru masih menunjukkan ROE sekitar -0,1% dan PBV sekitar 4,79 kali. Karena itu ranking tinggi MDKA terutama berasal dari momentum + katalis aset mineral + volume, bukan valuasi murah.
- Bullish — 52%: breakout Rp3.180–Rp3.200 dapat membawa harga menuju Rp3.300–Rp3.450.
- Base case — 27%: volatil konsolidasi antara Rp2.950–Rp3.200.
- Bearish — 21%: gagal mempertahankan Rp2.950 dan kembali ke Rp2.850–Rp2.900.
Invalidasi: penutupan di bawah Rp2.850.
Risiko utama: volatilitas tinggi, valuasi yang tidak murah berdasarkan PBV, kebutuhan capex, risiko eksekusi proyek serta koreksi emas/tembaga.
3. DSNG — PT Dharma Satya Nusantara Tbk
Harga terbaru terverifikasi: Rp1.495 pada 26 Agustus 2026 sekitar pukul 11.59 WIB, naik 2,40%, dengan rentang Rp1.455–Rp1.510. Volume sementara sekitar 2,98 juta saham.
Opportunity Score: 84/100 — Rank #3.
Modal minimum 1 lot: Rp149.500.
Thesis: DSNG memiliki trend paling konsisten dalam beberapa sesi terakhir. Harga bergerak dari Rp1.360 pada 19 Agustus menjadi Rp1.420, Rp1.440 dan Rp1.460 pada sesi-sesi berikutnya, sebelum menyentuh area Rp1.500 pada perdagangan 26 Agustus. Volume pada 20 dan 21 Agustus mencapai sekitar 9,47 juta dan 10 juta saham, jauh lebih besar daripada beberapa sesi normal sebelumnya.
Pada 24 Agustus RSI sekitar 63,75, MACD +26,90, MA20 Rp1.442 dan MA50 Rp1.372.
Pada 26 Agustus RSI intraday telah meningkat menjadi sekitar 68,47. Ini mendekati area overbought 70 sehingga momentum masih kuat, tetapi risiko profit taking kini lebih tinggi.
- Support: Rp1.450–Rp1.460.
- Support mayor: Rp1.400–Rp1.420.
- Resistance: Rp1.500–Rp1.510.
- Area target: Rp1.550–Rp1.610.
Fundamental: semester I 2026 DSNG membukukan pendapatan Rp6,29 triliun, naik 3,4% YoY, dan laba bersih Rp985,88 miliar, tumbuh 7,8%. Segmen kelapa sawit masih menyumbang sekitar 90% pendapatan. Liabilitas turun menjadi sekitar Rp5,68 triliun dan beban keuangan menurun.
Data pasar terbaru menunjukkan P/E sekitar 8,25 kali, PBV 1,29 kali dan ROE sekitar 17,2%, sehingga valuasi relatif lebih mudah dipertanggungjawabkan dibanding MDKA.
- Bullish — 51%: bertahan di atas Rp1.500–Rp1.510 membuka ruang menuju Rp1.550 lalu Rp1.600–Rp1.610.
- Base case — 29%: konsolidasi sehat Rp1.440–Rp1.510.
- Bearish — 20%: profit taking menuju Rp1.400–Rp1.420.
Invalidasi: penutupan di bawah Rp1.400.
Risiko: RSI mulai tinggi, koreksi harga CPO, profit taking setelah rally dan likuiditas yang lebih rendah dibanding ANTM/MDKA.
4. INDY — PT Indika Energy Tbk
Harga terbaru terverifikasi: sekitar Rp2.750 pada 26 Agustus 2026, naik 1,10%, dengan rentang intraday Rp2.680–Rp2.820 dan volume sekitar 21,03 juta saham pada data tertunda yang berhasil diverifikasi.
Opportunity Score: 82/100 — Rank #4.
Modal minimum 1 lot: Rp275.000.
Thesis: INDY merupakan momentum play sekaligus transformation play. Struktur harga berada jauh di atas moving average menengah sehingga buyer masih mengontrol trend, tetapi volatilitas intraday yang besar menuntut stop yang disiplin.
Data 24 Agustus menunjukkan RSI 59,85, MACD +28,49 dan ADX 34,40. Harga berada di atas MA20 sekitar Rp2.695, MA50 Rp2.627, MA100 Rp2.589 dan MA200 Rp2.536.
- Support: Rp2.680–Rp2.700.
- Support mayor: Rp2.600–Rp2.630.
- Resistance: Rp2.820.
- Target breakout: Rp2.900–Rp3.000.
Fundamental: semester I 2026 pendapatan INDY mencapai US$1,1469 miliar atau naik 19,9%. Adjusted EBITDA melonjak 43,8% menjadi US$139,1 juta, sedangkan laba kepada pemilik entitas induk naik menjadi US$10,2 juta dari US$2,2 juta. Operating margin juga membaik.
Lebih dari 99% capex semester I dialokasikan ke bisnis non-batubara, terutama proyek emas Awak Mas yang progres konstruksinya mencapai sekitar 60,63% per akhir Juni.
Interpretasi: transformasi tersebut meningkatkan growth optionality, tetapi juga membawa execution risk. Karena itu INDY cocok dengan profil agresif, bukan kandidat paling defensif.
- Bullish — 49%: breakout Rp2.820 membuka peluang Rp2.900–Rp3.000.
- Base case — 31%: bergerak Rp2.680–Rp2.820.
- Bearish — 20%: kehilangan Rp2.680 membawa harga menuju Rp2.600–Rp2.630.
Invalidasi: penutupan di bawah Rp2.600.
Risiko: harga batubara, pelemahan minyak/energi, execution risk Awak Mas, pembiayaan ekspansi dan rupiah.
5. ADMR — PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
Harga terbaru terverifikasi: sekitar Rp1.700 pada 26 Agustus 2026, dengan rentang harian Rp1.685–Rp1.720.
Opportunity Score: 80/100 — Rank #5.
Modal minimum 1 lot: Rp170.000.
Thesis: ADMR sedang berada tepat di bawah resistance penting. Setup-nya menarik karena struktur higher high/higher low belum rusak dan laporan keuangan limited review menjadi katalis sangat dekat.
Ajaib Sekuritas pada 26 Agustus mencatat ADMR sebagai accumulative buy dengan referensi harga penutupan Rp1.680, target Rp1.740 dan stop loss Rp1.600. Histogram MACD berada dalam momentum akumulasi.
Pada data historis 24 Agustus volume mencapai sekitar 39 juta saham, dibanding 15,68 juta pada sesi 21 Agustus. Harga telah beberapa kali menguji Rp1.700–Rp1.740 sehingga area tersebut menjadi resistance penting.
- Support: Rp1.665–Rp1.680.
- Support mayor: Rp1.600–Rp1.620.
- Resistance: Rp1.720–Rp1.740.
- Target breakout: Rp1.800–Rp1.880.
Flow: Ajaib mencatat investor asing mengakumulasi ADMR sekitar Rp243 miliar secara year-to-date hingga 24 Agustus, di tengah foreign outflow pasar reguler yang jauh lebih besar.
Katalis: laporan earnings berikutnya diperkirakan pada 31 Agustus 2026 menurut kalender pasar yang tersedia, sehingga berada tepat dalam horizon satu minggu analisa ini.
Interpretasi: katalis earnings dapat memperbesar volatilitas dua arah. Ini meningkatkan peluang upside, tetapi juga membuat ADMR menjadi salah satu kandidat dengan event risk tertinggi.
- Bullish — 48%: breakout Rp1.740 disertai volume membuka peluang Rp1.800–Rp1.880.
- Base case — 30%: konsolidasi Rp1.665–Rp1.740 menjelang laporan.
- Bearish — 22%: disappointment atau false breakout membawa harga kembali menuju Rp1.600–Rp1.620.
Invalidasi: penutupan di bawah Rp1.600.
Risiko utama: earnings risk, harga metallurgical coal, volatilitas komoditas China dan sell-on-news.
Ranking Akhir Saham Syariah
| Rank | Kode | Harga Terakhir | Tanggal Harga | Opportunity Score | Potensi/Setup | Risiko | Support | Resistance/Area Target | Katalis Utama |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ANTM | Rp3.220 | 26/08/2026 intraday | 88 | Breakout triangle + emas | Profit taking | 3.150–3.180 | 3.350 → 3.400–3.500 | Harga emas + laporan limited review |
| 2 | MDKA | Rp3.090 | 26/08/2026 intraday | 86 | Momentum + volume di atas rata-rata | Volatilitas dan valuasi | 2.950–3.000 | 3.200 → 3.300–3.450 | Gua Macan + Pani Gold |
| 3 | DSNG | Rp1.495 | 26/08/2026 intraday | 84 | Trend naik + fundamental | RSI mendekati overbought | 1.450–1.460 | 1.510 → 1.550–1.610 | Kinerja 1H26 + CPO |
| 4 | INDY | Rp2.750 | 26/08/2026 intraday | 82 | Uptrend + transformasi bisnis | Komoditas/execution risk | 2.680–2.700 | 2.820 → 2.900–3.000 | EBITDA +43,8%, Awak Mas |
| 5 | ADMR | Rp1.700 | 26/08/2026 intraday | 80 | Pre-breakout + akumulasi asing | Earnings/event risk | 1.665–1.680 | 1.740 → 1.800–1.880 | Laporan akhir Agustus |
Kesimpulan dan Saham Pilihan
- Top Pick #1: ANTM. Kombinasi fundamental kuat, momentum teknikal positif, katalis emas dan pola breakout membuat ANTM memiliki setup paling seimbang. Resistance Rp3.300–Rp3.350 menjadi level konfirmasi utama.
- Kandidat paling defensif: DSNG. Meski bukan saham berkapitalisasi terbesar, valuasi P/E sekitar 8,25 kali, ROE sekitar 17,2%, pertumbuhan laba positif serta fundamental CPO membuat kualitas thesis DSNG relatif lebih kuat dibanding saham yang hanya mengandalkan momentum.
- Potensi tertinggi tetapi risiko terbesar: MDKA. Kenaikan intraday 4,39% dengan volume di atas rata-rata menunjukkan momentum kuat. Namun volatilitas, PBV yang relatif tinggi dan fundamental laba yang belum sekuat ANTM membuat potensi koreksinya juga lebih besar.
- IHSG perlu dipantau di area 6.400–6.450 sebagai support dan sekitar 6.530–6.550 sebagai resistance jangka sangat pendek. Faktor tambahan yang penting adalah USD/IDR, foreign flow, yield US Treasury, emas, CPO, batubara, nikel dan arah indeks global. Volatilitas IHSG pada sesi 26 Agustus menunjukkan pasar belum memiliki arah yang benar-benar stabil.
- Prediksi menjadi tidak berlaku apabila support/invalidation masing-masing saham ditembus, IHSG mengalami breakdown besar, terjadi foreign outflow ekstrem, rupiah melemah tajam, harga komoditas berbalik drastis, atau laporan/keterbukaan informasi emiten mengubah thesis fundamental secara material.
Ringkasan Strategi Satu Minggu
Untuk profil agresif, urutan probabilistik hasil screening adalah ANTM > MDKA > DSNG > INDY > ADMR.
ANTM menawarkan kombinasi paling seimbang. MDKA memberikan momentum paling eksplosif tetapi juga memiliki risiko lebih tinggi. DSNG lebih cocok untuk pendekatan agresif-terukur karena fundamental dan valuasinya masih mendukung. INDY menawarkan exposure pada transformasi bisnis dan proyek emas, sedangkan ADMR merupakan event-driven play menjelang katalis laporan keuangan.
Karena beberapa harga yang digunakan merupakan data intraday tertunda pada 26 Agustus 2026 dan belum merupakan harga penutupan final, level support, resistance, Opportunity Score dan skenario perlu diperiksa kembali setelah perdagangan hari ini ditutup.
Catatan risiko: analisa ini bersifat probabilistik dan digunakan untuk tujuan informasi serta edukasi. Opportunity Score, probabilitas bullish/base/bearish dan area target merupakan interpretasi analitis, bukan jaminan keuntungan. Status suatu saham sebagai efek syariah juga dapat berubah mengikuti keputusan OJK. Artikel ini bukan rekomendasi personal untuk membeli atau menjual saham.
Artikel Terkait
Top 10 Saham Growth dan Saham Murah Berpotensi Cuan Minggu Ini (20–26 April 2026)
Saham IPO & Emiten Potensial Cuan Minggu Ke Empat April 2026, Ini Daftar Pilihannya
Rekomendasi Saham Sektor Barang Baku BEI untuk Minggu Ketiga Juli 2026
5 Saham Murah yang Menarik Dipantau Minggu Ini
5 Rekomendasi Saham Blue Chip Minggu ke-3 Juli 2026, Masih Layak Dikoleksi Saat IHSG Menguat?
Rekomendasi Saham Aman dan Stabil untuk Pemula di Minggu Pertama Juni 2026