Warganet belakangan dibuat heboh oleh kabar yang menyebutkan bahwa salah satu rumah makan legendaris di Solo, Ayam Goreng Widuran, ternyata menyajikan menu nonhalal.
Kabar ini mencuat setelah seorang pengguna di platform Threads membagikan pengalamannya yang mengaku terkejut mengetahui bahan baku di rumah makan tersebut diduga tidak sepenuhnya halal.
Menurut unggahan tersebut, kremesan tepung ayam dari Ayam Goreng Widuran disebut-sebut digoreng menggunakan minyak yang tidak halal, sehingga memicu reaksi luas dari publik, khususnya umat muslim yang sangat memperhatikan aspek kehalalan makanan.
Kabar ini pun langsung viral di berbagai media sosial dan memancing banyak pertanyaan dari netizen. Tak tinggal diam, pihak manajemen Ayam Goreng Widuran akhirnya buka suara.
Dalam klarifikasinya yang diunggah melalui akun Instagram resmi mereka pada Jumat (23/5/2025), pihak restoran menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menyatakan bahwa sebagai langkah awal, mereka telah mencantumkan label “nonhalal” di seluruh outlet dan media sosial resmi Ayam Goreng Widuran.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk transparansi kepada konsumen agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
Mukena Parasut Ringan & Anti Kusut!
🌟 Mukena parasut berkualitas, ringan, cepat kering, dan tidak mudah kusut. Cocok untuk aktivitas harian maupun traveling. Tampil simpel tapi tetap nyaman saat ibadah! ✨
~ shopee.co.id ~
Importir & Distributor Peralatan Rumah Tangga Terpercaya
⚡ Menyediakan berbagai peralatan rumah tangga berkualitas dengan harga bersaing. Produk lengkap, cocok untuk kebutuhan bisnis maupun pribadi. Hubungi sekarang untuk penawaran terbaik! 🌸
~ cariatuh.com ~
Artikel Terkait
Indonesia Akan Memakai Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF) 1 % pada 2026
Digitalisasi UMKM dan Layanan Keuangan Inklusif Sebagai Langkah Strategis “Naik Kelas”
Reaksi Publik: Program Magang Nasional Dinilai Menambah Beban Mentor
Pasar Kerja 2025: Lulusan SMK dan SMA Masih Jadi Pencari Kerja Terbanyak
Indonesia Beli 42 Jet Tempur dari China
Pekerja Formal Indonesia Makin Banyak, Ini Bukti dari BPS